JAKARTA. DMKtv,- Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah membuat kejutan pada debut mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan menumbangkan juara All England 2026 Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan untuk menembus perempat final di New Delhi, India, Kamis.
Amri/Nita menyingkirkan unggulan kesembilan asal Taiwan itu dua gim langsung 21-5, 21-18 pada babak 16 besar, sekaligus membalas kekalahan dari pertemuan mereka tahun lalu di Taiwan Open 2025 dengan skor 16-21, 16-21.
“Kami mencoba menekan sejak awal dan menghindari terlalu banyak mengangkat bola karena Ye memiliki pukulan atas yang kuat. Kami terus menjaga permainan dalam tempo cepat,” kata Nita dalam keterangan resmi PBSI.
Strategi tersebut membuat Amri/Nita mendominasi gim pertama dan hanya memberikan lima poin kepada lawan.
Nita mengatakan kemenangan atas pasangan berstatus juara All England tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan pada penampilan perdana di Kejuaraan Dunia.
“Tahun lalu kami kalah dari mereka, jadi kemenangan kali ini tentu menambah kepercayaan diri. Kami bisa membalas kekalahan dari pasangan dengan kualitas yang sudah terbukti sebagai juara All England,” ujarnya.
Perlawanan Ye/Nicole meningkat pada gim kedua. Amri/Nita yang sempat berada dalam posisi unggul jauh kehilangan momentum ketika lawan mampu meraih 10 poin beruntun.
Perubahan variasi servis Nicole serta permainan yang semakin lepas membuat pasangan Taiwan itu kembali menemukan ritme dan memangkas jarak.
“Kami sempat kehilangan 10 poin berturut-turut dan itu harus dievaluasi. Mereka mengubah variasi servis dan mulai bermain lebih lepas, sedangkan kami terlambat mengantisipasinya sehingga kepercayaan diri mereka kembali tumbuh,” kata Amri.
Meski sempat tertekan, Amri/Nita mampu menghentikan kebangkitan lawan dan memastikan kemenangan dua gim untuk mencapai delapan besar dalam debut mereka di Kejuaraan Dunia.
“Alhamdulillah kami bisa mencapai perempat final pada Kejuaraan Dunia pertama. Sekarang kami akan mempelajari kelebihan dan kekurangan calon lawan, kemudian berdiskusi dengan pelatih untuk menyiapkan strategi,” ujar Amri.
*(Muhammad Ramdan/ANTARA)











