JAKARTA. DMKtv,- Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan bahwa naik-turunnya tingkat elektabilitas maupun kepuasan publik berdasarkan hasil survei oleh sejumlah lembaga riset merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi, terlebih ketika pemerintah sedang menjalankan berbagai kebijakan strategis.
Dia menilai survei terbaru yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia harus dipandang sebagai instrumen evaluasi. Namun bukan berarti hal itu harus dijadikan sebagai penentu arah kebijakan pemerintah.
“Naik-turunnya angka survei adalah hal yang wajar dalam proses penataan dan transisi kebijakan besar. Ketika pemerintah sedang melakukan pembenahan mendasar, seperti penataan anggaran, stabilisasi harga, dan persiapan program skala nasional, reaksi publik memang bisa sangat dinamis,” kata Sugiat di Jakarta, Jumat.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu juga mengingatkan bahwa masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum genap berjalan dua tahun. Menurut dia, terlalu dini jika perhatian publik hanya terfokus pada fluktuasi hasil survei, terlebih lagi kontestasi politik berikutnya masih sangat jauh.
“Sangat tidak bijak jika energi pemerintah dan perhatian publik habis disedot oleh polemik naik-turunnya angka survei di awal perjalanan. Sekarang adalah waktunya bekerja keras, bukan bertanding wacana,” kata dia.
Menurut dia, pemerintahan saat ini sedang membangun fondasi yang kuat agar berbagai program dapat berjalan secara berkelanjutan. Begitu pelayanan publik dijalankan maksimal dan dampak positifnya makin masif, dia yakin kepercayaan publik tentu akan berlipat ganda.
Dia menegaskan bahwa Partai Gerindra tidak panik menghadapi penurunan maupun dinamika hasil survei. Sebaliknya, survei dipandang sebagai masukan untuk mempercepat kinerja pemerintah.
“Angka-angka ini kami baca secara jernih sebagai alarm pengingat dan aspirasi jujur dari masyarakat yang harus direspons dengan percepatan kinerja, bukan dengan kegelisahan politik,” kata dia.
Menurut dia, fokus utama pemerintah saat ini adalah memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari menjaga stabilitas harga bahan pokok, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga memperluas akses pelayanan kesehatan.
“Jangan sampai survei dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mendegradasi fokus kerja pemerintah atau sekadar membingkai opini publik demi kepentingan politik jangka pendek,” katanya.
*(Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA)











