JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengadopsi Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030 sebagai pedoman penguatan kerja sama bilateral lima tahun ke depan.
Kesepakatan tersebut diumumkan kedua pemimpin dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
“Pertemuan hari ini menghasilkan sejumlah capaian konkret, yaitu adopsi Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia dan Thailand 2026–2030 sebagai panduan bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral ke depan,” kata Prabowo.
Peta jalan tersebut menjadi pedoman pelaksanaan kemitraan strategis di berbagai bidang setelah Indonesia dan Thailand meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis pada 2025.
Sebelum penyampaian pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo dan PM Anutin menyaksikan penunjukan dokumen Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030 di Ruang Kredensial, Istana Merdeka.
Dokumen tersebut diperlihatkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow di hadapan delegasi kedua negara dan awak media.
“Saya merasa bahagia dua belah pihak menyepakati Peta Jalan Kemitraan Strategis 2026–2030 yang akan menjadi pedoman kerja sama kita pada tahap selanjutnya, untuk menciptakan kesejahteraan dan kerja sama saling menguntungkan bagi rakyat di dua negara,” kata Anutin.
Dalam kesempatan yang sama, Indonesia dan Thailand juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang pendidikan.
Dokumen tersebut ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong, kemudian diperlihatkan kepada kedua pemimpin negara.
Anutin mengatakan kerja sama pendidikan itu diharapkan meningkatkan pertukaran pengetahuan, mahasiswa, dan tenaga pengajar, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di kedua negara.
“Saat ini terdapat lebih dari 800 mahasiswa Thailand yang belajar di perguruan tinggi Indonesia. Indonesia salah satu negara yang cukup populer bagi mahasiswa Thailand, terutama mereka yang berasal dari provinsi di wilayah perbatasan selatan Thailand,” katanya.
Selain kerja sama antarpemerintah, Presiden Prabowo juga menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman antarpelaku usaha, di antaranya antara Badan Pariwisata Thailand dan TransNusa di bidang pariwisata dan konektivitas penerbangan, serta kerja sama pengolahan sampah organik.
*(Genta Tenri Mawangi/ANTARA)











