Jabar jadikan Infrastruktur Energi bagian dari Strategi Investasi

BANDUNG. DMKtv,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menjadikan pembangunan infrastruktur energi sebagai bagian dari strategi investasi daerah untuk meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak investor, seiring dimulainya pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kabupaten Bandung, Rabu, mengatakan bahwa biaya penyambungan listrik kini menjadi tantangan utama yang dihadapi investor dibandingkan persoalan lahan maupun perizinan sehingga perlu disoroti.

“Saya setiap hari mengurus investasi. Masalah terbesar bukan lagi soal tanah atau perizinan, tetapi biaya penyambungan listrik. Banyak investor harus mengeluarkan biaya sangat besar untuk membangun gardu dan jaringan listrik,” katanya saat peletakan batu pertama PSEL Legok Nangka.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin bekerja sama dengan PT PLN (Persero) membangun infrastruktur kelistrikan agar investor tidak lagi dibebani biaya penyambungan listrik yang tinggi.

“Saya berharap ke depan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat bekerja sama dengan PLN membangun infrastruktur kelistrikan sehingga investor tidak lagi dibebani biaya yang tinggi,” ujarnya.

Gubernur menilai investasi pemerintah pada infrastruktur energi akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan penerimaan pajak.

“Kalau kita berinvestasi membangun jaringan listrik, manfaat ekonominya jauh lebih besar karena akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pajak, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi. Karena itu saya ingin memasukkan pembangunan infrastruktur energi sebagai bagian dari investasi daerah,” katanya.

Ia meyakini penyediaan infrastruktur energi yang memadai akan meningkatkan daya tarik Jawa Barat sebagai tujuan investasi.

“Kalau Jawa Barat berhasil menyediakan infrastruktur energi yang baik, maka investor akan semakin banyak datang ke Jawa Barat,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyebut PSEL Legok Nangka dibangun sebagai fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang dirancang mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari dengan kapasitas pembangkit mencapai 40,79 megawatt (MW).

Proyek senilai sekitar Rp7,2 triliun itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 dan diharapkan mendukung penyediaan energi sekaligus pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya.

*(Ilham Nugraha/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini