KRI Gajah Mada akan Disambut Dua Kapal Perang dan Pesawat TNI AL

JAKARTA. DMKtv,- Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana TNI Tunggul mengatakan kapal perang dan pesawat TNI AL akan menyambut kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada saat memasuki perairan Indonesia.

“Akan ada pengawalan minimal dua KRI Frigate Indonesia dan pesawat udara Pusat Penerbang AL (Puspenerbal) pada saat memasuki perairan Indonesia, sekaligus unsur udara mencoba on board di Garibaldi,” kata Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan kapal tersebut akan mendapatkan pengawalan setelah sebelumnya berangkat dari Italia melewati beberapa rute.

“Selama melintasi Laut Merah-Teluk Aden-Laut Arab akan dikawal oleh beberapa kapal Frigate Italia,” ucap Tunggul.

Setelah sampai di perairan Indonesia, KRI Gajah Mada akan dikawal menuju Jakarta untuk mengikuti upacara penerimaan kapal.

Untuk itu, dia mengharapkan perjalanan KRI Gajah Mada dari Italia menuju Jakarta bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengatakan kapal tersebut diperkirakan tiba di Indonesia pada 15-20 September.

“Kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia,” kata Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit di Jakarta, Senin (24/8).

Selama perjalanan menuju Indonesia, kapal tersebut masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan berbendera Italia.

Setibanya di Indonesia, kapal yang diperoleh melalui skema hibah antarpemerintah itu akan berganti bendera menjadi Merah Putih dan diberi nama KRI Gajah Mada.

“Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia, tetapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera Merah Putih dan menjadi KRI Gajah Mada. Mohon doanya, semoga selamat dalam perjalanan, sukses,” ujar Ali.

Menurut Ali, kapal tersebut akan menempuh perjalanan lebih dari 20 hari dengan melintasi Terusan Suez dan Laut Merah serta mendapat pengawalan kapal perang Italia.

“Karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tetapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia dan mudah-mudahan tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia,” katanya.

Ali mengatakan pengukuhan dan pergantian bendera menjadi bendera Indonesia direncanakan pada 25 September 2026 dan dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

“Tanggal 25 bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi Gajah Mada. Rencananya Bapak Presiden akan ikut meresmikan. Hadir di on-board di kapal induk Gajah Mada,” katanya.

Ali sebelumnya juga mengatakan kapal tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengoperasikan helikopter TNI AL, TNI AU maupun TNI AD.

TNI AL juga akan menyiapkan pelatihan bagi para pilot agar dapat melakukan pendaratan di kapal tersebut.

*(Walda Marison/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini