Megawati Soekarnoputri Napak Tilas di Istana Gebang Blitar

JAKARTA. DMKtv,- Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri melakukan napak tilas ke dalam rumah masa kecil Proklamator RI sekaligus Presiden Pertama RI Soekarno (Bung Karno) setelah sebelumnya meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Senin.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Megawati meminta agar Istana Gebang ditutup untuk umum selama satu hari dalam seminggu khusus untuk pembersihan dan perawatan.

“Saya minta museum ini ditutup sehari, bersihkan semuanya. Barang-barang di sini harus dirawat dengan baik,” ujar Megawati kepada petugas museum yang mendampingi.

Dalam kegiatan itu, Megawati didampingi putranya M. Prananda Prabowo serta dua keponakannya masing-masing Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno.

Megawati kemudian menyoroti sejumlah koleksi foto yang sudah terlihat kusam dan membutuhkan perawatan profesional.

Menariknya, Megawati tidak hanya berkeliling, tetapi juga memberikan kursus kilat kepada dua orang petugas museum yang selama ini bertugas memberikan penjelasan kepada pengunjung. Ia menyadari bahwa pengetahuan kedua petugas itu masih terbatas mengenai detil masa kecil Bung Karno dan keluarganya saat tinggal di Blitar.

“Harus ada kursus khusus untuk menambah pengetahuan tentang Bung Karno, terutama masa kecilnya dan keluarganya. Pegawai museum harus diberi kursus supaya pengunjung mengerti dengan penjelasan mereka,” ujar Megawati.

Ia kemudian banyak bertanya kepada kedua petugas dan justru memberikan informasi baru yang belum mereka ketahui. Sambil berkeliling, Megawati menjelaskan satu per satu koleksi foto, termasuk ruangan mana yang dihuni oleh siapa di masa kecil Bung Karno.

Dalam dialognya dengan petugas, Megawati menanyakan jumlah pengunjung harian. Petugas menjawab rata-rata 200 orang per hari. Namun, dengan hanya dua orang petugas yang memberi informasi, Megawati menilai itu sangat tidak memadai.

“Harusnya bisa ditambah jadi 10 orang. Mana Pak Wali? Bisa ada anggarannya nggak untuk penambahan staf?” ujar Megawati menoleh ke Wali Kota Blitar yang turut mendampingi.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin langsung menjawab, “siap, Bu.”

Megawati kemudian mengingatkan agar penambahan staf ini benar-benar dilakukan.”

Selain itu, Megawati juga mengusulkan agar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengunjung direkam dan dikumpulkan. Menurutnya, hal itu penting agar museum bisa mengetahui apa saja yang ingin diketahui publik tentang Bung Karno sehingga pelayanan bisa terus ditingkatkan.

Di sela-sela napak tilas, Megawati dan rombongan juga menyempatkan diri mengecek sumur tua di kompleks Istana Gebang. Sumur tersebut ternyata masih berfungsi dengan baik. Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, dan Romy Soekarno pun mencoba memutar keran air dan memastikan airnya mengalir lancar.

Momen tersebut berlangsung santai dan penuh kehangatan keluarga, diselingi tawa kecil saat mereka bergantian membuka keran. Prananda Prabowo bahkan terlihat memeluk ibunya Megawati di ruang tamu.

Sebagai informasi, Istana Gebang merupakan situs sejarah yang dikenal sebagai rumah tempat Sang Proklamator, Bung Karno, menghabiskan masa kecilnya.

Kompleks bangunan itu pertama kali didirikan pada 1884, bertepatan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar. Rumah berarsitektur kolonial tersebut kemudian dibeli dari seorang warga Belanda bernama C.H. Portier, yang merupakan pegawai kereta api di Blitar dan mulai ditempati oleh keluarga besar Bung Karno sekitar 1917.

Di rumah itu, Bung Karno tinggal bersama kedua orang tuanya, Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai serta kakak kandungnya, Sukarmini. Di setiap sudut rumah inilah gagasan awal kebangsaan, perenungan atas penderitaan rakyat, dan watak kepemimpinan Bung Karno mulai ditempa.

*(Fianda Sjofjan Rassat/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini