CHICAGO. DMKtv, — Mantan Presiden Barack Obama secara resmi membuka Obama Presidential Center di South Side Chicago, kawasan yang menjadi titik awal perjalanan politik dan pengabdiannya kepada masyarakat. Hampir 250 tahun setelah penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, Obama memanfaatkan momen bersejarah tersebut untuk mengajak warga Amerika kembali merefleksikan nilai-nilai dasar demokrasi.
Di hadapan ribuan pendukung yang memadati Jackson Park dan ratusan tamu undangan dari berbagai negara, Obama menegaskan bahwa pusat kepresidenan tersebut tidak hanya merekam perjalanan hidupnya, tetapi juga mengisahkan perjalanan panjang bangsa Amerika dalam memperjuangkan kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.
“Kisah yang kami hadirkan di gedung ini tidak dimulai dari asal-usul saya atau Michelle, melainkan dari asal-usul bangsa ini,” ujar Obama.
Museum yang Menyimpan Jejak Perjuangan Demokrasi
Obama menjelaskan bahwa museum di dalam kompleks tersebut menampilkan berbagai artefak bersejarah yang mencerminkan perjuangan panjang demokrasi Amerika. Koleksi itu mencakup cetakan Deklarasi Kemerdekaan, benda-benda milik tokoh abolisionis Frederick Douglass, Alkitab Abraham Lincoln, hingga dokumen perjuangan hak pilih perempuan.
Menurut Obama, pameran tersebut tidak semata-mata menyoroti kebijakan politik, tetapi lebih menekankan nilai-nilai yang memungkinkan demokrasi bertahan dan berkembang dari generasi ke generasi.
Dihadiri Tokoh Dunia dan Mantan Presiden AS
Peresmian Obama Presidential Center berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh internasional dan pemimpin dunia. Mantan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, mantan Kanselir Jerman Angela Merkel, mantan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, serta mantan Presiden Mongolia Tsakhiagiin Elbegdorj hadir dalam upacara tersebut.
Mantan Wakil Presiden Kamala Harris bersama suaminya Douglas Emhoff juga turut menghadiri acara tersebut. Selain itu, empat mantan presiden Amerika Serikat yang masih hidup—Bill Clinton, George W. Bush, Joe Biden, dan Barack Obama—duduk bersama di atas panggung bersama para ibu negara mereka.
Kehadiran para mantan pemimpin itu mencerminkan semangat kebersamaan lintas partai yang menjadi salah satu pesan utama acara tersebut.
Deretan Selebritas Ramaikan Peresmian
Acara peresmian juga menghadirkan sejumlah tokoh ternama dari dunia hiburan dan seni. Oprah Winfrey, Steven Spielberg, Tom Hanks, David Letterman, Stephen Colbert, hingga Mark Hamill terlihat di antara tamu undangan.
Sementara itu, panggung hiburan dimeriahkan oleh penampilan sejumlah musisi papan atas seperti Jennifer Hudson, John Legend, Common, Bono dan The Edge dari U2, Marc Anthony, Tems, Eddie Vedder, Stevie Wonder, serta Bruce Springsteen. Penampilan mereka membangkitkan suasana optimisme yang selama ini identik dengan pesan-pesan politik Obama.
Michelle Obama Tegaskan Nilai Kesetaraan
Michelle Obama menjadi salah satu pembicara utama sebelum sang suami menyampaikan pidato penutup. Dalam pidatonya, mantan ibu negara tersebut mengenang perjalanan keluarga mereka di Chicago sekaligus menyoroti kontribusi kaum pekerja dan komunitas imigran dalam membangun Amerika.
Ia juga menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga nilai kesetaraan di tengah meningkatnya perdebatan mengenai identitas dan imigrasi di Amerika Serikat.
“Tidak seorang pun berhak menentukan siapa yang cukup Amerika,” tegas Michelle Obama di hadapan para hadirin.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan meriah dari ribuan peserta yang hadir.
Obama Ajak Generasi Muda Menjaga Demokrasi
Dalam pidato penutupnya, Obama mengenang perjalanan hidupnya dari seorang aktivis komunitas di South Side Chicago hingga menjadi presiden ke-44 Amerika Serikat. Ia mengisahkan bagaimana kawasan itu menjadi tempat ia membangun keluarga, membeli rumah pertama, dan memulai karier politiknya.
Obama kemudian mengajak generasi muda untuk terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi yang menjadi fondasi bangsa Amerika sejak masa revolusi.
Menurutnya, demokrasi tidak akan bertahan tanpa keterlibatan aktif warga negara yang terus menjaga integritas, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap sesama.
Pesan Persatuan di Tengah Polarisasi Politik
Menjelang akhir pidatonya, Obama mengutip pemikiran Pendeta Theodore Parker tentang “busur alam semesta moral yang membengkok ke arah keadilan”, sebuah kalimat yang juga menginspirasi perjuangan Martin Luther King Jr.
Obama menegaskan bahwa perjalanan menuju keadilan tidak pernah berlangsung singkat. Namun, ia mengingatkan bahwa harapan harus tetap hidup meskipun masyarakat menghadapi berbagai tantangan politik dan sosial.
Ia juga menekankan bahwa karakter, kejujuran, integritas, dan rasa tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang harus dijunjung dalam kehidupan publik maupun pribadi.
“Ini bukan nilai-nilai Partai Republik atau Partai Demokrat. Ini adalah nilai-nilai Amerika yang dapat kita semua anut tanpa memandang partai,” ujar Obama.
Melalui Obama Presidential Center, mantan presiden tersebut berharap masyarakat Amerika dapat terus belajar dari sejarah, memperkuat demokrasi, dan meneruskan perjuangan menuju masa depan yang lebih inklusif dan adil bagi seluruh warga negara.
*(Aidan Klineman/Capitol News Illinois)











