JAKARTA. DMKtv,- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Produksi Film Negara (PFN) dan Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI) menjalin kolaborasi pelatihan layanan untuk pengalaman pelanggan atau Customer Experience (CX) guna mendukung penguatan budaya pelayanan di lingkungan BUMN.
Nota kesepahaman (MoU) kerja sama tersebut ditandatangani Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah (Ifan Seventeen) dan Ketua ASQI Ahmad Arwani Raharjo di Kantor PFN, Jakarta Timur, Selasa.
“Insya Allah ini akan mengembangkan services daripada PFN untuk customer. Karena balik lagi, memang kita kan bidangnya juga pelayanan dan jasa,” kata Ifan.
Ia mengatakan PFN melalui Indonesia Film and Content Academy (IFCA) ingin mendorong kolaborasi yang lebih luas bersama ASQI, termasuk menjangkau jejaring antar-BUMN maupun instansi pemerintah.
Menurut dia, PFN yang kini berada di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memiliki semangat sebagai service leader sehingga kerja sama dengan ASQI dinilai relevan untuk memperkuat kualitas layanan.
“Harapannya mudah-mudahan PFN bersama ASQI dapat memperluas kerja sama kepada relasi maupun klien daripada PFN, antar-BUMN maupun antar-pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua ASQI Ahmad Arwani mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu pengembangan standar manajemen CX di lingkungan BUMN dan sektor lainnya.
Ia menjelaskan CX tidak hanya berkaitan dengan survei kepuasan pelanggan atau mystery shopper, tetapi juga menyangkut pembentukan standar pelayanan, proses kerja, kebijakan, dan budaya organisasi.
“Customer experience itu bicara tentang behavior (perilaku) dan kultur. Jadi policy (kebijakan) dari top management harus menjadi pendobrak agar CX bisa berkembang positif,” ucap Ahmad.
Ahmad menyampaikan kerja sama tersebut bagian dari dukungan terhadap Program CX100 Danantara yang mencakup asesmen terhadap sekitar 125 perusahaan di bawah Danantara dalam delapan klaster bisnis.
Program tersebut merupakan inisiatif penguatan standar layanan pelanggan di perusahaan-perusahaan BUMN di bawah Danantara.
Ia menjelaskan mekanisme kerja sama PFN dan ASQI akan dilakukan melalui penyelenggaraan webinar, master class, pelatihan, asesmen, hingga pendampingan sertifikasi layanan pelanggan bagi perusahaan.
Dalam skema tersebut, PFN melalui IFCA akan berperan dalam penyelenggaraan kegiatan serta pengembangan konten pelatihan berbasis audiovisual, sedangkan ASQI menyediakan tenaga ahli, asesor, dan standar pelatihan CX.
Menurut Ahmad, perusahaan peserta nantinya dapat mengikuti pelatihan dan penilaian mandiri sebelum dilakukan asesmen oleh asesor untuk melihat standar layanan pelanggan yang dimiliki perusahaan.
ASQI juga tengah mengembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Layanan Indonesia dengan lima skema sertifikasi, mulai dari junior service quality hingga general manager.
Lembaga sertifikasi tersebut ditargetkan diluncurkan pada Juni 2026 setelah proses verifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
PFN dikenal melalui sejumlah karya film dan program televisi, salah satunya serial “Si Unyil” yang menjadi ikon tayangan edukasi anak di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, PFN menjalankan transformasi ke sektor industri kreatif, audiovisual, dan pengembangan sumber daya manusia melalui IFCA.
*(Aria Ananda/ANTARA)











