Prabowo Tegaskan RI Terus Upayakan Perdamaian di tengah Konflik Global

JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan terus mengedepankan upaya perdamaian di tengah meningkatnya berbagai konflik global dengan berpegang pada politik luar negeri nonblok dan prinsip menjadi tetangga yang baik bagi semua negara.

“Kita terus berusaha mendukung upaya-upaya perdamaian, demikian pula terhadap berbagai ketegangan di tempat lain,” kata Prabowo dalam pertemuan dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (KADIN) pusat dan daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Presiden mengatakan situasi geopolitik dunia saat ini semakin rawan akibat perang yang terjadi di berbagai kawasan.

Menurutnya, perang di Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 masih belum berakhir dan telah berdampak terhadap berbagai sektor, termasuk harga pangan dan energi.

Belum usai konflik tersebut, situasi di Gaza, Lebanon, Iran, dan kawasan Timur Tengah juga terus memanas. Sementara di kawasan Asia Tenggara, konflik juga terjadi di Myanmar serta ketegangan antara Thailand dan Kamboja.

Di tengah kondisi tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri nonblok (non-aligned) dan tidak bergabung dengan blok atau pakta militer mana pun.

“Politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik. Our policy is the policy of the good neighbor, we want to be a good neighbor,” kata Prabowo.

Presiden mengatakan pemerintah terus berupaya memperbaiki hubungan dengan seluruh negara tetangga serta mengedepankan rekonsiliasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk persoalan perbatasan yang merupakan warisan masa kolonial.

Kepala Negara menilai sebagai negara terbesar di kawasan, Indonesia harus mengedepankan sikap arif, sabar, dan tidak mudah terpancing provokasi dalam menghadapi berbagai dinamika hubungan antarnegara.

Prabowo juga menegaskan Indonesia menjaga hubungan baik dengan seluruh negara besar, termasuk Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, Australia, dan negara-negara tetangga, tanpa memihak salah satu kekuatan.

“Inilah yang membuat kita bisa diterima di mana-mana,” ujarnya.

Prabowo lalu mengungkapkan saat dirinya berkunjung ke Seoul, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meminta kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara guna membuka ruang dialog.

Presiden pun menyatakan kesediaan apabila diminta menjalankan peran tersebut sebagai bagian dari upaya membangun perdamaian.

“Saya menjawab, dengan hormat, apabila diminta, saya bersedia berangkat. Indonesia dianggap tidak mempunyai kepentingan mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itulah prinsip yang kita pegang teguh,” ucapnya.

Presiden juga mengingatkan bahwa situasi global yang semakin tidak menentu harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada, bijaksana, dan menjaga persatuan, tanpa larut dalam kepanikan.

“Itulah situasi global saat ini. Situasi global sangat rawan. Namun tidak ada gunanya kita panik atau ketakutan. Yang penting, kita harus lebih sadar. Dalam bertindak, berkata, dan bertutur kata harus dengan kearifan dan kebaikan. Kita juga harus tetap waspada,” pungkasnya.

*(Fathur Rochman/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini