JAKARTA. DMKtv,- Polemik sengketa Hotel Sultan yang saat ini dikelola Pontjo Sutowo, putra dari Ibnu Sutowo tengah menjadi sorotan.
Sebab, eksekusi Hotel Sultan Jakarta mengalami kericuhan antara massa yang menolak dengan aparat keamanan.
Hotel Sultan Jakarta diketahui dikelola oleh Pontjo Sutowo sebagai Direktur Utama.
Saat eksekusi berlangsung sempat diwarnai pelemparan baru oleh massa yang kemudian dihalau dengan semprotan water cannon oleh aparat.
Sebanyak 69 orang yang diamankan oleh aparat.
Sebanyak 3.161 personel gabungan dikerahkan oleh TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk pengamanan.
“Untuk pengamanan eksekusi eks Hotel Sultan, jumlah pam 3.161 personel,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri dalam keterangannya.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardianto mengatakan bahwa saat ini Hotel Sultan sudah berhasil dieksekusi.
“Alhamduillah sudah berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun tadi ada beberapa kejadian yang sebetulnya tidak kami inginkan,” kata Juri.
Profil Pontjo Sutowo Anak Ibnu Sutowo Pemilik Hotel Sultan
Dilansir laman resminya, Hotel Sultan & Residence merupakan penginapan bintang lima yang terletak di jantung ibukota, tepatnya di Jalan Gatot Subroto RT 02/RW 01, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Lokasinya sangat strategis ke berbagai pusat perbelanjaan, seperti Senayan City, Grand Indonesia, hingga Plaza Indonesia.
Hotel ini dikelola oleh PT Indobuildco yang dibangun oleh Ibnu Sutowo.
Di tengah polemik sengketa, Hotel Sultan Jakarta dikelola olah putra Ibnu Sutowo, yakni Pontjo Sutowo sebagai Direktur Utama.
Pontjo Sutowo lahir 17 Agustus 1950. Kelahirannya bertepatan 5 tahun kemerdekaan Indonesia.
Pontjo anak keempat dari tujuh bersaudara. Sebelum menjadi pengusaha, pendidikan dasar yang ditempuhnya, yakni Sekolah Rakyat (SR) Santo Xaverius Palembang.
Saat sang ayah, Ibnu Sutowo bertugas di Staf Umum Angkatan Darat pada tahun 1956, ia bersama keluarganya pindah ke Jakarta.
Kemudian, pendidikannya dilanjutkan ke Perguruan Cikini hingga SMA dan sempat menjadi adik kelas Megawati Soekarnoputri.
Anak Ibnu Sutowo kemudian pindah ke SMA Katolik Pangudi Luhur.
Sosoknya juga pernah berkuliah di jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1969.
Namun, pendidikannya tidak selesai karena alasan kesehatan.
Lalu, meneruskan pendidikannya di Fakultas Teknik Universitas Trisakti.
Perjalanan Karier Pontjo Sutowo Anak Ibnu Sutowo
Kariernya dimulai saat ia berusia 20 tahun. Bersama saudaranya, Adiguna Sutowo, Pontjo merintis PT Adiguna Shipyard pada 1970.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang galangan kapal.
Di PT Adiguna Shipyard ia menjabat sebagai Direktur Utama.
Perusahaan yang semula memproduksi tongkang berukuran kcil, berkembang hingga membuat kapal berukuran sedang.
Bahkan, di tahun 1972 berhasil memproduksi 500 kapal tanker berbobot 3.500 DWT.
Hal tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perkembangan bisnisnya.
Setelah sukses dengan bisnis di PT Adiguna Shipyard, Pontjo terjun ke usaha perhotelan sekitar tahun 1980.
Pontjo mengambil alih pengelolaan Hotel Hilton (kini Hotel Sultan) pada 1982 usai berdiri sejak tahun 1976.
Namanya semakin dikenal sebagai salah satu pelaku usaha yang aktif mengembangkan sektor hotel dan pariwisata nasional.
Selain dunia usaha, kariernya melebar dalam organisasi profesi.
Di tahun 1972, anak Ibnu tersebut diajak Abdul Latief bersama sejumlah pengusaha lainnya untuk membentuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
Ia menjabat sebagai ketua sektor banking and finance sebelum akhirnya dipercaya sebagai Ketua Umum HIPMI periode 1979-1983.
Pada tahun 1986 Pontjo terpilih sebagai Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta Ketua Umum PHRI pada periode 1989-2001.
*(Adinda Salsabila/DISWAY.ID)











