JAKARTA. DMKtv,- Mantan Wakapolri Oegroseno mengamuk lantaran merasa dikriminalisasi atas permasalahan 15 tahun lalu.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @oktober25_1993, mantan Wakapolri itu menympaikan kekecewaannya dan mempertanyakan siapa masyarakat yang membuat laporan atas dirnya mengenai permasalahan tanah hibah pada 2011 silam.
Oegroseno yang dikenal sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia pada tahun 2013-2014.
Sosoknya terseret dalam permasalahan tanah hibah yang disebutnya dinggap telah selesai beberapa tahun lalu.
“Sejak 2011 sudah selesai dan tidak ada masalah, 2012 tidak ada masalah, 2013 saya menjadi Wakapolri tidak ada masalah, 2014 saya pensiun juga tidak ada, kenapa sekarang pada tanggal 30 Juni 2026 setelah 15 tahun ada laporan informasi,” ujarnya, dikutip Disway.id Minggu, 19 Juli 2026.
“Saya sebagai senior Polri juga dicari-cari kesalahannya, kita Purnawirawan tidak minta dihormati, tapi kalau dikriminalisasi kita juga bisa bicara,” sambungnya.
Profil dan Riwayat Karier Oegroseno Mantan Wakapolri
Oegroseno lahir di Pati, 17 Februari 1956. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1978.
Oegroseno putra dari almarhum Brigjen (Pur) Rustam Santiko. Ia menikah dengan Suryahatmi Ningsih dan memiliki dua orang anak.
Sosoknya yang akrab disapa Oegro ini dikenal tegas.
Kariernya di kepolisian terbilang cemerlang karena pernah memegang sejumlah jabatan penting.
Oegro pernah menjadi Kapolda Sulawesi Tengah dan mengurusi pengamanan kawasan konflik selama 17 bulan.
Ia juga ditunjuk sebagai Kadivpropam Mabes Polri, menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara saat kasus perampokan Bank CIMB dan Polsek Hamparan Perak.
Oegroseno kemudian ditarik kembali ke Mabes Polri sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol) selama setahun, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) pada Desember 2012.
Lalu, pada Agustus 2013, ia diputuskan untuk menjabat sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri) untuk menggantikan Komisaris Jenderal Nanan Soekarna.
Selain itu, Oegro juga dikenal sebagai Ketua umum PP PTMSI periode 2013-2018.
Di tahun 2015, Oegroseno menjadi anggota tim independen untuk mengatasi polemik antara Mabes Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dikutip dari LinkedIn pribadinya, sosoknya sebagai purnawirawan perwira tinggi Polri yang berpengalaman dalam bidang resere terjun sebagai politisi.
Tercatat Oegro tergabung dalam Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Berikut riwayat karier Oegroseno, mantan Wakapolri.
- Perwira Ren Sesdit Polda Metro Jaya
- Perwira Serse Narkotik Ditserse Polda Metro Jaya
- Kasat Serse Polwiltabes Surabaya Polda Jatim (1996)
- Kapolres Surabaya Timur (1996)
- Paban Madya Ops Deops Polri (1998)
- Kadit Sabhara Polda Sultra (2000)
- Dir Samapta Polda Sultra
- Dir Pamobsus Polda Metro Jaya
- Karo Ops Polda Metro Jaya
- Wakapolda Babel (2004)
- Kapolda Sulteng (2005)
- Kapus Infolahta Div Telematika Polri
- Kadiv Propam Polri (2009-2010)
- Kapolda Sumut (2010-2011)
- Kalemdiklat Polri (2011-2012)
- Kabaharkam Polri (2012-2013)
- Wakapolri (2013-2014)
- Tim Independen Bentukan Presiden Joko Widodo (2015)
*(Adinda Salsabila/DISWAY.ID)











