Rano Karno Buka Musabaqah Tilawatil Qur’an DKI Jakarta 2026 di Balai Kota, Cetak Generasi Berakhlak dan Berwawasan Global

JAKARTA. DMKtv,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi yang dipusatkan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/7/2026). Agenda syiar Islam tahunan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Drs. Rano Karno, S.IP.

Kegiatan ini mengusung tema “MTQ Membangun Generasi Qur’an yang Berwawasan Global, Berakhlak Mulia, dan Berakar pada Budaya”.

Kemeriahan seremonial diawali dengan atraksi marching band pelajar serta parade kontingen kafilah dari seluruh wilayah kota dan kabupaten administrasi se-DKI Jakarta.

Pelaksanaan MTQ ini difungsikan sebagai pilar penguat karakter dan pembinaan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda Jakarta, sekaligus wadah seleksi pencarian talenta penghafal Al-Qur’an terbaik sebagai penerus peradaban Islam di ibu kota.

Rangkaian kompetisi yang diselenggarakan secara berjenjang dari tingkat kelurahan hingga provinsi ini juga ditandai dengan pengukuhan dewan hakim dan juri penilai oleh Wakil Gubernur untuk menjamin objektivitas serta kualitas penjurian sepanjang perlombaan.

“Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang, dengan hal tersebut memperkuat nilai nilai keislaman dari jenjang yang lebih kecil, sehingga meningkatkan pemahaman keislaman sejak dini”. Ujar Rano Karno

Suasana khidmat dan penuh kehangatan keagamaan kian terasa menjelang akhir pembukaan seremonial saat grup musik gambus El-Qorana membawakan deretan lagu-lagu religi bernuansa islami.

Alunan musik spiritual tersebut berhasil memperkuat atmosfer religius acara sebelum akhirnya ditutup secara resmi dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat Jakarta

Melalui ajang perebutan Piala Gubernur DKI Jakarta ini, Pemprov DKI optimistis dapat melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bertilawah, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan daya saing global.

Sinergi antara penguatan nilai keagamaan dan pelestarian budaya lokal diharapkan mampu memperkokoh tatanan sosial masyarakat ibu kota.

*(Bagoes Aryo Bimantoro)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini