JAKARTA. DMKtv,- Sarwendah mengungkap awal mula percekcokan yang terjadi dalam rumah tangganya dengan Ruben Onsu saat keduanya masih berstatus suami istri.
Sarwendah mengatakan, pertikaian tersebut beberapa kali terjadi ketika anak-anak masih berada di rumah. Bahkan, ia baru mengetahui bahwa putrinya, Thalia, yang akrab disapa Cici, ternyata kerap mendengar pertengkaran tersebut meski sedang tidur.
Sarwendah mengaku sudah berulang kali meminta agar pembicaraan atau pertikaian dengan Ruben dilakukan di ruangan lain agar tidak didengar anak-anak.
Namun, permintaan tersebut tidak selalu dilakukan.
“Aku selalu bilang, boleh enggak kalau misalnya mau ngomong kita di ruangan lain. Jangan di lokasi yang sama. Walaupun anak-anak tidur gitu, tapi tetap ada percekcokan di sana,” ujar Sarwendah saat berbincang dengan Denny Sumargo dalam podcast Curhat Bang, dikutip Jumat, 31 Juli 2026.
Sarwendah kemudian tersadar bahwa Cici ternyata mendengar pertikaian tersebut. Putrinya bahkan sempat mengaku sengaja berpura-pura tidur ketika mendengar ayah dan bundanya berbicara.
“Cici yang ngomong akhirnya. ‘Ayah marahin tuh gara-gara ini.’ Aku kaget kenapa Cici bisa bilang kayak gitu. ‘Iya, Ay dengar. Ay itu kebangun tahu, Bun. Pada saat kalian ngomong, Ay dengarin, tapi Ay pura-pura tidur,'” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Sarwendah merasa terpukul. Ia menyadari bahwa anak-anak ternyata dapat menangkap dan menyimpan berbagai hal yang terjadi di dalam rumah, meski orangtua mengira mereka tidak mengetahui apa-apa.
Sarwendah pun mengatakan bahwa persoalan rumah tangganya dengan Ruben bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, proses menuju perceraian telah berlangsung cukup panjang dan anak-anak turut mengetahui sejumlah hal yang terjadi selama proses tersebut.
Pengalaman tersebut membuat Sarwendah merasa terpukul. Ia menyadari bahwa anak-anak ternyata dapat menangkap dan menyimpan berbagai hal yang terjadi di dalam rumah, meski orangtua mengira mereka tidak mengetahui apa-apa.
Terlebih, menurut Sarwendah, Cici merupakan anak yang cukup sensitif dan memiliki kemampuan memahami berbagai hal lebih cepat dibandingkan anak seusianya.
Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan Sarwendah membawa anak-anaknya ke psikolog ketika mereka masih tinggal bersama Ruben.
Ia mengungkapkan, pemicu awalnya adalah Cici yang sempat mengalami tantrum. Saat itu, Cici tiba-tiba menangis hingga memukul-mukul.
“Trigger awalnya waktu itu Cici tantrum. Kalau tantrum enggak tahu kenapa. Jadi dia tuh kayak tiba-tiba jadi kayak nangis, bisa pukul-pukul,” ungkap Sarwendah.
Selain perubahan perilaku tersebut, Sarwendah juga mengaku sempat mendapat informasi dari guru mengenai salah satu hal yang dilakukan Cici di sekolah. Sebagai seorang ibu, ia merasa terpukul ketika mengetahui hal tersebut.
Kondisi itu kemudian membuat Sarwendah mencari bantuan profesional untuk memahami apa yang sedang dialami putrinya.
Menurut Sarwendah, psikolog melihat Cici sebagai anak yang sangat sensitif. Di usianya yang masih muda, Cici juga dinilai sudah memahami banyak hal lebih cepat dari anak seusianya.
“Di umur segitu aku melihat dia anak yang sangat sensitif dan banyak hal yang dia pelajari lebih cepat daripada umur dia seharusnya,” kata Sarwendah.
*(Marieska Harya Virdhani/DISWAY.ID)











