Tragedi KM Mutiara Sentosa II: 5 Penumpang Meninggal, 225 Selamat

JAKARTA. DMKtv,- Kantor SAR Surabaya masih melakukan upaya pencarian korban dari peristiwa kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar, Minggu, 2 Agustus 2026.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit mengatakan, dari total 271 penumpang dan awak yang tercatat dalam manifes, sebanyak 230 orang telah berhasil dievakuasi. Adapun korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut mencapai 5 orang.

“Data terakhir, korban terevakuasi 230 dari 271. Dengan kondisi korban selamat 225 dan kondisi meninggal dunia lima orang,” ujar Nanang, Minggu.

Meski demikian, Nanang belum merinci identitas para korban. Adapun korban-korban dievakuasi menggunakan kapal bantuan. Berikut rinciannya:

1. Meratus Pematang Siantar

Selamat: 109 orang

Meninggal dunia: 2 orang

2. TB Hasnur 26

Selamat: 65 orang

Meninggal dunia: 1 orang

3. Transco Arafura

Selamat: 17 orang

4. Meratus project 3

Selamat: 13 orang

Meninggal dunia: 1 orang

5. Prakarsa Mas

Selamat 7 orang

6. SC Aila XVII

Selamat 7 orang

7. Icon Daniel

Meninggal 1 orang

8. Selaras Mas

Selamat 7 orang

9. British Mentor

Selamat 2 orang

Sebagai informasi, Kapal KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dilanda kebakaran hebat pada Minggu, 2 Agustus 2026. Peristiwa terjadi di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II di Perairan Laut Jawa, Minggu, 2 Agustus 2026

Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan cepat, aman, dan optimal.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.

“Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif,” ujar Masyhud dalam keterangannya, Minggu.

Dalam operasi evakuasi, kapal Meratus Project 3 menjadi salah satu yang pertama menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II.

Namun, karena kapal tersebut mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo), proses evakuasi penumpang tidak dapat dilakukan secara langsung.

Sebagai gantinya, proses penyelamatan dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura.

Berdasarkan laporan sementara, para penumpang masih menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Ditjen Hubla bersama instansi terkait juga telah mendirikan posko untuk memperkuat koordinasi operasi penyelamatan.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kemenhub menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyampaikan informasi lanjutan setelah seluruh data berhasil diverifikasi.

“Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Masyhud.

Masyhud memperkirakan kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep.

Informasi mengenai insiden tersebut diterima sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan berbagai instansi untuk pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan.

Sebagai langkah awal, Ditjen Hubla melalui SROP Kalianget menyiarkan informasi kecelakaan kapal dan berkoordinasi dengan Basarnas.

Pada saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan sehingga mendukung proses penanganan di lapangan.

Untuk mempercepat operasi penyelamatan, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian.

Sementara itu, Distrik Navigasi juga menyiapkan Kapal Negara KN Masalembo guna memberikan dukungan apabila dibutuhkan.

*(Anisha Aprilia/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini