JAKARTA. DMKtv,- Pihak pengurus baru yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku tidak mengetahui asal-usul ratusan senjata yang ditemukan di lingkungan sekolah tersebut.
“Pengurus baru tidak mengetahui sama sekali keberadaan senjata itu sampai kami menemukannya. Bagaimana caranya masuk, siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Yang mengelola dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan,” kata kuasa hukum yayasan sekolah Hermawanto di lokasi sekolah, Jakarta Selatan, Jumat.
Dia mengatakan seluruh akses ke dalam ruangan penyimpanan senjata itu sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama yang telah diberhentikan.
Pengurus yayasan saat ini baru mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut setelah melakukan penataan aset di lingkungan sekolah.
Hermawanto menjelaskan kunci sejumlah ruangan sebelumnya berada di tangan pengurus lama, sehingga pihak yayasan tidak memiliki akses untuk memeriksa isi ruangan tersebut.
“Beberapa lokasi kini telah dipasangi garis polisi sehingga pembukaannya sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik,” ujar Hermawanto.
Selain ruangan tempat ditemukannya ratusan senjata, yayasan juga mengungkap adanya sebuah bunker di area sekolah yang hingga kini belum dibuka karena telah dipasangi police line.
Menurut Hermawanto, pihaknya khawatir masih ada barang-barang berbahaya, termasuk senjata, yang tersimpan di dalam bunker tersebut. Maka dari itu, yayasan telah meminta kepolisian agar segera melakukan pemeriksaan.
“Kami khawatir di ruangan itu juga ada senjata. Kami sudah meminta kepada aparat untuk menindaklanjuti. Namun temuan pada 10 Juli baru ditindaklanjuti pada 6 Agustus. Menurut kami, waktunya sudah cukup lama,” tutur Hermawanto.
Untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, yayasan mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mengawal penanganan kasus tersebut.
Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di dalam salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Di dalam ruangan bekas Kepala Yayasan berinisial IWD di sekolah swasta itu ditemukan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja.
Polisi menerima laporan dari masyarakat perihal temuan tersebut pada 15 Juli 2026. Penyidik sebelumnya telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal setelah mengetahui adanya temuan itu.
Selain itu, pembuatan Laporan Polisi Model A tersebut juga dilakukan sebagai dasar penanganan awal sebelum proses penyelidikan bergulir lebih lanjut.
*(Luthfia Miranda Putri/ANTARA)











