JAKARTA. DMKtv,- Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mengatakan langkah Kementerian Pertahanan mengevaluasi program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) calon manajer koperasi desa dan koperasi nelayan merupakan keputusan tepat.
Menurut dia, keputusan Kemhan menghentikan program latsarmil tersebut serta menggantinya dengan latihan pembekalan bela negara dan manajerial menunjukkan pemerintah responsif terhadap masukan masyarakat.
“Kami mengapresiasi dan mendukung langkah Kemhan yang melakukan evaluasi serta menghentikan program latsarmil dan menggantinya dengan pendidikan bela negara dan manajerial. Ini merupakan keputusan yang tepat dan responsif terhadap berbagai masukan serta evaluasi yang berkembang,” kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.
Dia menyebut latsarmil kurang relevan dengan tugas dan fungsi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Para calon manajer lebih membutuhkan penguatan kapasitas dalam bidang manajemen, kepemimpinan, tata kelola organisasi, dan pengembangan usaha koperasi.
Namun, ia menekankan, pendidikan bela negara tetap penting diberikan sebagai bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Materi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan para peserta.
“Pendidikan bela negara dan manajerial sangat dibutuhkan. Selain membangun karakter dan rasa cinta tanah air, program tersebut juga tidak memberatkan calon manajer kopdes sehingga mereka dapat fokus mempersiapkan diri menjalankan tugasnya di lapangan,” ucapnya.
Oleh mengingatkan agar perubahan yang dilakukan Kemhan tidak hanya sebatas pergantian nama program. Substansi, metode pembelajaran, serta sistem pelatihan juga perlu diperbaiki dan disesuaikan dengan tujuan pembentukan sumber daya manusia pengelola koperasi.
“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar pelatihan lebih efektif, relevan dengan kebutuhan peserta, dan yang paling penting tidak lagi menimbulkan korban jiwa,” kata dia.
Ia berharap perubahan tersebut dapat memberikan kompetensi yang lebih relevan bagi calon manajer koperasi guna mendukung pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Kemhan menghentikan latsarmil kepada peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.
“Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Senin (29/6).
Perubahan itu dilakukan setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi sistem pembelajaran, setelah kejadian lima peserta latsarmil meninggal dunia. Dengan adanya evaluasi ini, kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan kemiliteran akan dikurangi.
“Termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini. Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi,” jelas Rico.
*(Fath Putra Mulya/ANTARA)











