Bandara Riyadh Arab Saudi Dihantam Rudal Houthi, 3 Tewas dan Ratusan Penerbangan Dibatalkan

JAKARTA. DMKtv,- Bandara Internasional King Khalid Riyadh Arab Saudi dihantam rudal Houthi pada Kamis 8 Oktober yang menyebabkan jatuhnya korban 3 tewas dan 100 penerbangan dibatalkan.

Serangan ini menurut pengakuan juru bicara Houthi bahwa pihaknya menggunakan rudal balistik saat menyerang Bandara Internasional King Khalid yang merupakan bandara utama Arab Saudi.

Akibat penyerangan ini, berbagai maskapai penerbangan termasuk Lufthansa dan Air India menyatakan menangguhkan penerbangan ke Riyadh selama beberapa hari.

Sedangkan dari data dari Cirium menunjukkan bahwa 188 penerbangan lebih dari 40 persen dari total layanan hari itu dibatalkan menjelang sore hari.

Selain itu puluhan penerbangan lainnya juga dibatalkan di bandara-bandara Saudi lainnya, termasuk di Jeddah dan Dammam.

Pasca penyerangan dari Houthi, pihak Bandara King Khalid pada mengimbau penumpang untuk menghubungi maskapai masing-masing secara langsung guna memastikan status penerbangan sebelum menuju ke bandara.

Kedutaan Besar Amerika di Riyadh menyatakan bahwa pegawai pemerintah Amerika yang bertugas di Arab Saudi kini memerlukan izin khusus untuk menggunakan bandara tersebut dan harus menjauhi wilayah perbatasan dengan Yaman demi keselamatan.

Akibat serangan tersebut menyababkan kerusakan pada sebuah kompleks klinik medis dan sebuah taman kanak-kanak.

Adapun korban yang tewas karena serangan Houthi antara lain satu pria asal Sudan dan 2 orang wanita serta 7 lainnya dilaporkan terluka.

Sebelumnya pihak Houthi juga telah memberikan peringatan jika mereka akan menargetkan penyerangan terhadap maskapai penerbangan internasional bahwa serta wilayah udara Arab Saudi.

“Serangan brutal oleh milisi teroris Houthi terhadap objek-objek sipil di kerajaan ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan,” ungkap Mayor Jenderal Turki al-Maliki selaku juru bicara militer koalisi pimpinan Saudi, dalam sebuah pernyataan.

Dalam berbagai tayangan yang beredar terlihat asap hitam membumbung dari arah bandara Internasional King Khalid Riyadh Arab Saudi akibat serangan tersebut.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa angkatan bersenjata mereka telah menyerang kedua bandara di Arab Saudi tersebut menggunakan rudal balistik dan drone.

Yahya juga menyampaikan jika pihaknya menyasar bandara karena merupakan terhadap bandara-bandara Arab Saudi tersebut merupakan tanggapan atas agresi Saudi mereka yang mencakup 60 serangan udara dan serangan rudal dalam 24 jam terakhir.

Adapun juru bicara resmi koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan bahwa serangan Houthi terhadap bandara-bandara di Arab Saudi tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa koalisi Saudi telah menargetkan lebih dari 80 lokasi militer Houthi yang tersebar di provinsi Saada, Al Hudaydah, Al Jawf, dan Ma’rib.

Selain itu mereka juga menyampaikan jika akan terus merebut wilayah Yaman yang telah dikuasai oleh Houthi dan mengakui telah mengamankan Selat Bab al-Mandab di ujung selatan Laut Merah.

*(Reza Permana/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini