JAKARTA. DMKtv,- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menekankan prinsip zero error alias tidak ada kesalahan dalam setiap operasi narkoba.
Menurutnya, pengedepanan prinsip tersebut dalam operasi dilakukan guna mencegah jatuhnya korban jiwa, baik dari anggota BNN maupun masyarakat.
“Karena itu, saya mengajak seluruh personel untuk terus berlatih dengan sungguh-sungguh, mengasah kemampuan teknis, memperkuat fisik dan mental, serta tidak pernah merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki,” ucap Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan profesionalisme, kedisiplinan, dan kesiapan personel BNN merupakan fondasi utama dalam mewujudkan operasi pemberantasan narkotika yang efektif, terukur, dan sesuai dengan prosedur.
Suyudi mengingatkan tantangan yang akan dihadapi para personel BNN di lapangan jauh lebih berat daripada yang telah dilatih selama ini.
Dengan demikian, guna memberikan gambaran nyata atas kemampuan yang harus dimiliki setiap personel bidang pemberantasan dalam menghadapi operasi berisiko tinggi, BNN telah menggelar simulasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penggerebekan (RPE) beberapa waktu lalu.
Simulasi diselenggarakan sebagai bagian dari puncak penutupan Pelatihan Peningkatan Kemampuan RPE Direktorat Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Markas Komando Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8).
Kegiatan tersebut menjadi ajang implementasi kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari, sejak Senin (3/8), mulai dari menyusun rencana operasi, mengambil keputusan secara cepat, membangun koordinasi antartim, hingga mengeksekusi penindakan secara presisi dengan tetap mengedepankan keselamatan personel, masyarakat, dan kepatuhan terhadap prosedur.
Pada kesempatan itu, Kepala BNN juga menyerahkan penghargaan kepada tim terbaik kategori RPE dan Handling Suspect, serta kepada tiga peserta dengan keterampilan menembak perorangan terbaik, yakni Komisaris Polisi Muhammad Nur Hamid Amaruddin, Brigadir Polisi Diah Ayuningrum, dan Ajun Inspektur Polisi Dua Ibnu Muttaqien.
Pemberian penghargaan menjadi penutup rangkaian pelatihan sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi dan kompetensi para peserta, dengan harapan seluruh personel Direktorat Penindakan dan Pengejaran terus mengasah kemampuan, menjaga profesionalisme, dan senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan operasi pemberantasan narkotika di lapangan.
*(Agatha Olivia Victoria/ANTARA)











