Kontroversi Instagram Story Irenna Kristyn Berujung Pemutusan Kontrak Kerja Sama

JAKARTA. DMKtv,-Selebgram Irenna Kristyn menjadi perhatian publik setelah unggahan Instagram Story miliknya diduga menyindir aksi Greenpeace yang mengangkat isu krisis iklim dan tingginya biaya hidup.

Unggahan tersebut menuai sorotan hingga berujung pada keputusan Samudra Management mengakhiri kerja sama dengannya.

Dalam Instagram Story yang beredar, Irenna Kristyn menulis, “Gaya hidupku tinggi, makanya aku kerja keras bukan repost spanduk ‘turunkan biaya hidup’,” disertai emoji menjulurkan lidah.

Pernyataan itu kemudian dikaitkan dengan aksi Greenpeace di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 20 Oktober 2026.

Dalam aksi tersebut, Greenpeace membentangkan spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.

Meski unggahan Irenna diduga merujuk pada aksi tersebut, konteks dan maksud pernyataannya perlu dilihat berdasarkan informasi yang tersedia.

Samudra Management Resmi Akhiri Kerja Sama

Kontroversi tersebut berlanjut dengan keputusan Samudra Management untuk mengakhiri hubungan profesional dengan Irenna Kristyn.

Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas keresahan yang muncul sekaligus mengonfirmasi bahwa Irenna tidak lagi berada di bawah naungan mereka.

Manajemen menyatakan seluruh bentuk kerja sama telah diputus secara sepihak.

Sementara itu, penyelesaian kontrak dan kewajiban pembayaran yang masih berjalan akan dituntaskan sesuai tanggung jawab masing-masing pihak.

Samudra Management juga menegaskan bahwa unggahan yang menjadi sorotan tersebut merupakan keputusan pribadi Irenna.

Pihak manajemen menyatakan tidak mengetahui maupun terlibat dalam pembuatan unggahan itu.

“Kami mengecam keras campaign berbau pemerintahan maupun politik,” tulis pihak manajemen dalam pernyataannya.

Manajemen Sebut Profesionalisme sebagai Pertimbangan

Samudra Management menjelaskan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama diambil dengan mempertimbangkan profesionalisme, reputasi manajemen, serta keberlangsungan hubungan kerja dengan talent lainnya.

Kasus ini menjadi perhatian karena unggahan media sosial seorang figur publik dapat memicu respons luas, terutama ketika dikaitkan dengan isu sosial seperti biaya hidup dan krisis iklim.

Di sisi lain, aksi Greenpeace di Bundaran HI mengangkat tuntutan agar penanganan krisis iklim berjalan seiring dengan upaya meringankan beban biaya hidup masyarakat.

*(Ridto Risanto/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini