JAKARTA. DMKtv,- Pengamat kebijakan publik Arfianto Purbolaksono menilai kebijakan pemerintah membuat Program Magang Nasional 2026 adalah bentuk hadirnya negara dalam memberikan jembatan nyata bagi fresh graduate dari dunia kemahasiswaan menuju dunia kerja.
“Program ini sekaligus menjadi solusi terhadap persoalan mismatch skills antara pencari kerja dan penyedia kerja yang selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya pengangguran usia muda,” kata Arfianto di Jakarta, Rabu.
Dia juga menilai hadirnya Program Magang tersebut merupakan respon pemerintah kebutuhan yang paling ramai dibicarakan masyarakat di media sosial, khususnya anak muda adalah lapangan pekerjaan.
Arfianto mencontohkan kebutuhan yang paling ramai dibicarakan di media sosial oleh masyarakat, khususnya anak muda adalah lapangan pekerjaan.
Dari hal tersebut, pemerintah selanjutnya mencanangkan program magang nasional dan beberapa waktu lalu diberitakan bahwa program tersebut berjalan cukup baik.
Adapun, peserta Magang Nasional pada Angkatan I 2025 sebanyak 100.000 orang dari fresh graduate dan 30 persen di antaranya langsung diterima kerja.
“Di sinilah legitimasi komunikasi digital diuji, yakni ketika aspirasi yang muncul di ruang publik benar-benar diwujudkan dalam program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Arfianto.
Secara spesifik, dia menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui platform TikTok akan segera ditindaklanjuti menunjukkan perubahan penting dalam tata kelola komunikasi pemerintahan di era digital.
Menurut dia, aspirasi publik kini tidak lagi hanya bergantung pada jalur birokrasi atau media arus utama, tetapi dapat mengalir secara langsung ke pusat pengambilan keputusan melalui platform digital.
Dia menilai keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi masyarakat melalui media sosial harus diikuti dengan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan publik.
“Pernyataan Presiden menunjukkan bahwa pemerintah mulai menempatkan media sosial sebagai salah satu kanal penting dalam menangkap aspirasi masyarakat,” katanya.
Menurut dia, media sosial berfungsi sebagai ruang awal pembentukan agenda publik. Sedangkan pemerintah memiliki peran untuk menginstitusionalisasikan agenda tersebut melalui kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Arfianto menilai Program Magang Nasional 2026 menjadi bukti bahwa pemerintah mewujudkan aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kanal media sosial.
*(Benardy Ferdiansyah/ANTARA)











