Polri Libatkan 12.420 UMKM Perkuat Ekosistem Ketahanan Pangan

JAKARTA. DMKtv,- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri membangun ekosistem rantai pasok pangan dengan melibatkan 12.420 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok tani, peternak, nelayan, dan koperasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara di Jakarta, Rabu, Kapolri mengatakan penguatan ketahanan pangan dilakukan melalui pengembangan berbagai fasilitas produksi pangan mandiri, seperti greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, dan ayam serta pembangunan gudang sentral bahan pasok yang saling terintegrasi.

“Melalui langkah tersebut, Polri membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok petani, peternak, nelayan, dan koperasi sehingga dapat mendorong kesejahteraan pelaku usaha lokal,” ungkap Sigit.

Selain memperkuat rantai pasok pangan, Polri juga mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Menurut Kapolri, keberadaan SPPG diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan.

Pada sektor infrastruktur, Polri juga membangun 775 unit Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, sebanyak 711 jembatan telah selesai dibangun, sedangkan 64 unit lainnya ditargetkan rampung dalam Juli 2026 ini.

“Masifnya pembangunan SPPG dan jembatan telah mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat. Program MBG telah mendukung perbaikan kualitas kesehatan melalui peningkatan akses terhadap makanan bergizi, sedangkan pembangunan jembatan telah membantu dalam mendekatkan masyarakat pada berbagai fasilitas publik, seperti sekolah, rumah sakit, dan berbagai layanan prioritas lainnya,” ujar dia.

Kapolri mengatakan berbagai program tersebut merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung agenda pembangunan nasional, tidak hanya melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui penguatan ketahanan pangan, peningkatan konektivitas wilayah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

*(Devi Nindy Sari Ramadhan/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini