Prabowo Tegaskan Peran NU Jaga Stabilitas dan Masa Depan Bangsa

JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran Nahdlatul Ulama sebagai salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan masa depan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat berpidato dalam pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis.

“Nahdlatul Ulama hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini. Dalam krisis-krisis bangsa ini Nahdlatul Ulama selalu hadir dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa Indonesia,” ucap Presiden.

Menurut Presiden, semangat tersebut sejalan dengan cita-cita para pendiri NU agar Indonesia bisa bangkit dan setara dengan bangsa-bangsa lain.

Kepala Negara menekankan kehormatan sebuah bangsa tidak dapat dipisahkan dari terwujudnya keadilan dan kemakmuran bagi rakyat.

“Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur. Tidak ada bangsa yang dihormati kalau dia tidak makmur. Dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan,” kata Prabowo.

Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya kedekatan antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam seperti NU dan Muhammadiyah.

“Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama. Dan juga Muhammadiyah,” kata Presiden.

Prabowo juga mengakui besarnya dukungan NU dan Muhammadiyah terhadap dirinya sebagai Presiden RI.

“Jadi, kalau saya sebagai Presiden ya, mandataris rakyat, ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat,” ujar Prabowo.

Presiden pun menyampaikan komitmennya untuk terus memberdayakan memperkuat NU dan Muhammadiyah, termasuk pesantren yang berada di bawah naungannya.

“Saya tidak ragu-ragu. Saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” tutur Prabowo.

Prabowo resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, ditandai dengan pemukulan bedug.

Dalam pembukaan tersebut, di atas panggung Presiden didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua Umum PBNU H. Yahya Cholil Staquf, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, dan Pengasuh PP Bahrul Ulum K.H. M. Hasib Wahab Hasbullah.

Usai melakukan prosesi pemukulan bedug sebagai tandai dibukanya muktamar, Presiden Prabowo lalu menerima serban berwarna hijau dari Rais Syuriyah PBNU K.H Ali Akbar Marbun. Serban tersebut dikalungkan di leher Kepala Negara.

Muktamar Ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut menjadi momentum bagi Nahdlatul Ulama membahas berbagai agenda organisasi dan isu strategis kebangsaan.

Muktamar tersebut juga menjadi forum konsolidasi warga NU untuk merumuskan arah organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan keumatan, kebangsaan, dan perkembangan zaman.

*(Fathur Rochman/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini