WASHINGTON. DMKtv,- Utusan khusus Dewan Perdamaian (Board of Peace) pimpinan Amerika Serikat untuk Gaza, Nickolay Mladenov, dan penasihat senior Aryeh Lightstone bertemu Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas penghentian serangan di Jalur Gaza.
Menurut laporan Axios, Senin (3/8), kedua pejabat itu meminta Israel menghentikan serangan sesuai komitmen yang telah disepakati dalam rencana perdamaian.
Pertemuan itu berlangsung setelah Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 18 warga Palestina tewas dan 35 lainnya terluka dalam serangan Israel selama 24 jam terakhir, meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlaku.
Belakangan, Dewan Perdamaian membenarkan adanya pertemuan tersebut dan menggambarkannya sebagai pembahasan yang konstruktif serta terperinci.
Lembaga itu juga menyatakan Israel memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan akhir dari proses perdamaian tersebut.
Mladenov turut mengomentari pertemuan tersebut melalui media sosial X.
“Hari yang panjang di Yerusalem, duduk bersama Netanyahu dan timnya. Ini adalah awal dari tahap yang sulit dan saya tidak pernah berpura-pura sebaliknya. Apa yang kami lakukan sekarang bukan sesuatu yang dramatis. Ini adalah pekerjaan yang lambat, melelahkan, dan bersifat teknis,” tulisnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis, mengatakan kesepakatan mengenai pelucutan senjata penuh kelompok Hamas dan faksi-faksi lainnya di Gaza telah tercapai.
Namun demikian, kantor Perdana Menteri Israel menyatakan pasukan Israel tidak akan ditarik dari Garis Kuning (Yellow Line) sebelum Hamas dilucuti dan Gaza dibebaskan dari persenjataan.
Israel dan Hamas menyepakati pelaksanaan tahap pertama rencana perdamaian yang dimediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki pada 9 Oktober 2025.
Gencatan senjata mulai berlaku sehari kemudian. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel ditarik ke wilayah yang disebut Garis Kuning, tetapi tetap menguasai lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza.
Data Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan jumlah korban tewas sejak gencatan senjata diberlakukan telah mencapai 1.250 orang, sedangkan 4.110 lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, jenazah 804 korban yang tewas dalam operasi militer Israel sebelumnya juga telah ditemukan di bawah reruntuhan bangunan.
*(Sputnik/RIA Novosti-OANA/ANTARA)











