Wamenhan Minta Kadet Unhan Bina Siswa Sekolah Rakyat tanpa Perundungan

JAKARTA. DMKtv,- Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto meminta kadet (calon perwira) Universitas Pertahanan (Unhan) yang ditugaskan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat bisa melaksanakan tugas mereka tanpa perundungan atau bullying.

Dalam pemberangkatan 1.500-an kadet Unhan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma Jakarta Timur pada Jumat, Donny mengemukakan siswa Sekolah Rakyat rata-rata merupakan anak-anak yang termarjinalkan dan terpaksa harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi diri sendiri bahkan orang tuanya, sehingga sebagian merupakan anak-anak yang sempat putus sekolah.

“Ajarkanlah apa yang sudah kalian dapatkan di Unhan kepada mereka, agar mereka paling tidak memiliki karakter dan akhlak yang mulia. Hindari penggunaan kekerasan, perundungan dan lain sebagainya. Kalian harus betul-betul bisa sabar, bagaimana menghadapi mereka yang mungkin memiliki pola pikir tidak sama dengan kalian,” ujar Donny.

Ia menyebutkan para kadet ini akan mendampingi siswa di 181 Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, utamanya terkait pendidikan karakter dan semangat nasionalisme selama kurang lebih dua pekan.

“Kalian harus betul-betul bisa sabar selama dua minggu paling tidak, untuk bisa membina dan menularkan apa yang kalian miliki agar mereka menjadi lebih baik,” kata Donny.

Pihaknya berkomitmen mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto ini yang bertujuan memutus rantai kemiskinan di Indonesia, utamanya bagi keluarga kurang mampu yang memiliki anak-anak dengan minimnya kesempatan dalam mengenyam pendidikan.

“Ini program yang sangat bagus, diasramakan untuk kita bisa melatih karakter dan disiplin. Beberapa waktu yang lalu kita juga sudah kirimkan taruna dari akademi untuk juga memberikan pelatihan dan pembinaan kepada adik-adik kita di Sekolah Rakyat,” tutur Donny.

Sementara itu Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anton Nugroho menjelaskan materi yang ditonjolkan kepada siswa Sekolah Rakyat berkaitan dengan pendidikan karakter, kedisiplinan, dan memotivasi mereka agar memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

“Kami dampingi terus tiap hari selama dua minggu. Meskipun waktu itu tidak terlalu lama, dua minggu, tapi harapan kami ada perubahan yang bisa terjadi di Sekolah Rakyat itu, khususnya terutama masalah karakter, kedisiplinan, etika, ilmu pengetahuan, dan kepercayaan diri pada adik-adik kita Sekolah Rakyat ini,” paparnya.

Ia meminta agar para kadet bisa menanamkan arti kesetaraan pada seluruh calon lulusan Sekolah Rakyat dan memotivasi mereka agar terus berjuang untuk masa depan yang lebih baik bagi kehidupan mereka.

“Mereka-mereka itu kan dari orang-orang istimewa dari keluarga yang tidak mampu. Kita harus bisa memotivasi mereka, meningkatkan keberanian mereka supaya mereka percaya diri dan mereka merasa tidak dibedakan dengan orang umum,” tuturnya.

Proses pembelajaran Sekolah Rakyat sudah dilakukan sejak tahun 2025. Saat ini sudah ada lebih dari 44 ribu siswa Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, berada di 181 titik dengan jenjang SD, SMP, dan SMA.

Ada 1.262 kadet dan 206 pengasuh yang diberangkatkan kali ini. Mereka akan memberikan pendampingan, penguatan karakter dan kepribadian, serta menambah wawasan Nusantara dan bela negara.

*(Lintang Budiyanti Prameswari/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini